RESSELER Ingin menjadi reseller kami ? silahkan klik disini untuk dapatkan harga reseller terbaik!
CARRIER WITH US Berkarirlah bersama kami sekarang juga!, klik disini untuk informasi selanjutnya.
GeoNews
Friday, 11 April 2008 | Read 583 Time(s) Teknologi VSAT atau Telepon Satelit Telepon satelite di Indonesia
JAKARTA – Bagi masyarakat yang tinggal di pelosok desa, atau profesional yang bekerja di tengah laut, pecinta alam yang sering mendaki gunung, kini tak perlu takut lagi kehilangan kontak dengan saudara, rekan atau pimpinannya di kota. Pasalnya, daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau telekomunikasi, dengan hadirnya operator telekomunikasi berbasis satelit atau telepon satelit swasta yang pertama di Indonesia, PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) semuanya jadi mudah.
Sejak beberapa waktu lalu, selain getol menawarkan produk andalan nya, PASTI (Pasang Telepon Sendiri, layanan telepon tetap menggunakan satelit) dan Byru, PSN juga merambah ke layanan internet. Lewat BINA (Balai Informasi Nusantara), PSN memadukan layanan telepon umum dan internet yang berbasis satelit tanpa adanya hambatan geografis. Lewat BINA, kata Presiden Direktur PT PSN, Adi Rahman Adiwoso, pihaknya turut mendukung penerapan e-government.
Pria kelahiran Yogyakarta dan penyandang gelar Master of Science in Aeronautics dari California Institute of Techno-logy, AS itu menyatakan, khususnya layanan jaringan internet BINA, kini sudah menjangkau lebih dari 60 kabupaten yang selama ini sulit dijangkau fasilitas telekomunikasi. Tujuannya, hingga saat ini, masih banyak kabupaten yang belum memiliki akses ke jaringan internet. Bagi daerah di pelosok mana pun yang belum ada fasilitas telekomunikasi, kami akan masuk,” paparnya.
Keunggulan PSN, katanya, instalasinya tidak perlu menunggu line, karena semua layanan menggunakan satelit. Dalam mengembangkan layanan internet, PSN menggunakan teknologi 2-way VSAT dengan IP/DVB. Stand alone remote unit, centralized network management, LTSP plus WiliSystem. Untuk fitur teknis, digunakan bandwidth setara 64 kbps, koneksi langsung ke satelit Palapa C1, ke backbone IIX (100 mbps) dengan area cakupan seluruh wilayah Indonesia.
Hingga saat ini, menurut Adiwoso, jumlah pelanggan korporat yang menggunakan layanan data PSN mencapai lebih dari 400. Untuk tahun 2003 ini, PSN menargetkan pertumbuhan korporat mencapai 1000 pelanggan. Dari target sebanyak ini, tambahnya, 70 persen di antaranya ditargetkan dari pasar perusahaan agroindustri, antara lain, perkebunan, ke-hutanan, minyak dan tambang.
Sedangkan untuk layanan seluler, PSN, bulan Maret lalu, PSN menawarkan paket istimewa bagi para pelanggan setia PASTI, baik produk PASTI regular maupun maupun PASTI edisi telepon umum. Paket dengan harga lebih murah ini diluncurkan mulai awal Maret 2003.
Menurut Rahman Adiwoso, untuk produk PASTI Regular mulai awal bulan Maret ini PSN memberlakukan tarif baru untuk panggilan antarpelanggan PASTI di seluruh Indonesia yaitu Rp 750 per menit. Dengan adanya tarif baru ini, maka pelanggan PASTI Regular akan dapat memperoleh tarif yang terjangkau dalam menghubungi pelanggan PASTI Re-gular lainnya di mana pun di seluruh wilayah Indonesia. Tarif baru ini, katanya, sangat menguntungkan bagi pelanggan PASTI Regular.” katanya.
Sebagai contoh, perangkat ini bisa digunakan oleh suatu keluarga untuk menghubungi sanak saudara di kampung halamannya. Selain itu, dapat juga digunakan di suatu perusahaan untuk menghubungi cabang atau lokasi usahanya di seluruh Indonesia.
”Kami berharap tarif baru ini dapat menjadi solusi baru yang sangat kompetitif dibanding dengan layanan lainnya yang sudah ada.” katanya.
Untuk produk PASTI edisi telepon umum, lanjutnya, PSN meluncurkan pula voucher isi ulang dengan nominal yang baru.
PASTI edisi telepon umum atau PASTI Telum ini adalah pengembangan dari PASTI yang sudah ada dan diarahkan khusus untuk penggunaan sebagai kios telepon umum. Voucher isi ulang yang ditawarkan tersebut bernominal Rp 750.000 yang di dalamnya sudah termasuk bonus Rp 250.000 yang akan ditambahkan secara otomatis pada saat pengisian. Adapun voucher isi ulang edisi Telum yang sudah beredar saat ini adalah dengan nominal lebih besar yakni Rp 1.350.000.
Ditambahkan, voucher baru ini dimaksudkan untuk memberikan alternatif produk kepada pengusaha kios telepon yang memiliki tingkat pendapatan yang lebih rendah, sehingga mereka dapat menjalankan usaha dengan risiko yang lebih kecil.
Melalui kedua paket istimewa ini, lanjutnya, maka pelanggan produk PASTI edisi Regular maupun edisi Telum akan mendapatkan solusi yang tepat dan merasakan manfaat yang maksimal. PSN telah menjalin kerja sama pembiayaan kepemilikan PASTI dengan pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu calon pelanggan PASTI membeli produk PASTI secara kredit.
Hingga kini, telah banyak permohonan aplikasi kredit yang telah diterima oleh pihak BPD NTT. Diharapkan dengan adanya kerja sama ini, kendala ekonomi yang dihadapi masyarakat yang sangat membutuhkan produk PASTI dapat teratasi.
Sistem ACeS PASTI merupakan aplikasi tetap dari layanan telekomunikasi bergerak berbasis satelit yang menggunakan sistem ACeS (Asia Cellular Satellite), sebuah sistem telekomunikasi bergerak regional pertama yang dirancang khusus untuk kawasan Asia-Pasifik. Dengan PASTI diharapkan dapat mengatasi kesulitan bertelekomunikasi menggunakan perangkat telepon, yang hingga kini masih kita jumpai di berbagai wilayah di Indonesia.
Dengan kondisi wilayah Indonesia, yang terdiri dari ribuan pulau serta wilayah daratan yang luas dengan kodisi geografis yang beraneka ragam, PASTI hadir memberikan solusi. Dengan teknologi satelit, maka pemakai PASTI dapat memasang telepon di mana saja, tanpa perlu menunggu sambungan atau kabel khusus.
Dia menambahkan, proses pemasangan perangkat PASTI begitu mudah, sehingga dapat dipasang sendiri. PASTI dapat langsung digunakan atau langsung ”kring” karena menggunakan sistem pra-bayar.
”Selain itu, PASTI pun dapat digunakan oleh mereka di wilayah yang belum memiliki fasilitas listrik dengan menggunakan sumber daya aki atau tenaga surya,” ujarnya.
Untuk pertama kalinya masyarakat akan menikmati layanan GSM satelit, sehingga tidak akan ada lagi blankspot dan roaming ke 23 negara di kawasan Asia Pasifik menjadi relatif lebih murah. Selain itu, juga telah dibuka layanan GSM satelit pertama di Indonesia.
Dengan menggunakan jaringan Asia Cellular Satellite (ACeS), berbasis teknologi satelit Garuda-1, yang dapat menjangkau seluruh kawasan Asia. Dikatakan, pengoperasian GSM Byru ini tidak jauh berbeda dengan selular GSM yang sudah beroperasi di dalam negeri, seperti postpaid dan prepaid. Namun diperlukan handset yang satellite available, dan mampu berkomunikasi di frekuensi 1600 mhz.
Lewat selular GSM satelit ini, pelanggan dari Indonesia bebas berkomunikasi ke seluruh negara di kawasan ini dengan biaya yang relatif lebih ringan. Sebaliknya, pelanggan dari negara Asia lainnya, dapat berkomunikasi dengan leluasa kepada pelanggan PSN di dalam negeri.
Cakupan wilayah satelit ACeS lewat Garuda-1 mulai dari Pakistan, India, Filipina, Papua Nugini, Jepang dan Cina. Karena sistem selular ini menggunakan satelit, pelanggan tidak lagi mengalami blank spot dan drop call, ketika melakukan komunikasi kendati mereka berada di hutan, di gunung dan di bawah laut.
PT PSN telah menginvestasikan sebesar US$ 90 juta di ACeS guna memperkokoh bisnisnya di Asia Pasifik. Dengan investasi itu, perusahaan yang sudah tercatat di Nasdaq ini menguasai 35% saham di ACeS, atau sebagai pemegang saham terbesar.
”Dengan ditunjuknya PSN sebagai NSP (National Service Provider) di Indonesia, kami menambah investasi lagi US$ 20 juta untuk membangun gateway jaringan layanan selular di dalam negeri,” ujarnya.
PT PSN berhasil meraih lebih 12.000 pelanggan telepon portable fixed satellite PASTI, dengan 2000 di antaranya digunakan untuk Warung Telekomunikasi. Selain itu, PSN juga berharap bisa meraih lebih banyak pelanggan melalui program universal service obligation (USO) pemerintah serta kerja sama dengan Pemda.
Dijelaskan, pelanggan Pasti telepon umum yang berada di daerah-daerah yang tidak terjangkau layanan telekomunikasi terrestrial (baik kabel maupun seluler) dengan rata-rata menggunakan telepon 30 menit per hari per terminal.
PSN merupakan penyelenggara telepon berbasis satelit Garuda 1 yang dioperasikan oleh AceS yang memiliki daerah jangkauan wilayah Asia Pasifik termasuk Cina dan India. Perusahaan itu merupakan satu-satunya penyelenggara telepon portable fixed satellite di Indonesia.
Saat ini 35% saham PSN dikuasai oleh Telkom. Teknologi portable fixed satellite, menurut pemerintah, merupakan salah satu dari tiga teknologi yang disepakati sebagai sarana penggelaran jaringan telepon pedesaan melalui skema USO. Dua teknologi lain adalah VSAT (very small aperture terminal) serta radio link.
”PSN melalui fasilitas telepon Pasti siap menggarap program USO pemerintah yang tahun ini ditargetkan dapat menjangkau 7.500 desa serta 870 ibu kota kecamatan,” kata Adiwoso lagi. Sumber Berita :Sinar Harapan